Resepsi Pernikahan Standing Party

Pesta pernikahan tentu tidak luput dari agenda mengundang banyak orang untuk sekedar menikmati kebahagiaan bersama. Salah satu model pesta pernikahan yang dianggap cocok saat ini adalah konsep standing party. Standing party adalah konsep pesta dimana para hadirin datang, mengucapkan selamat, kemudian langsung menikmakti hidangan dengan berdiri.

Pihak pengundang hanya menyediakan kursi secukupnya, bukan sesuai jumlah undangan. Standing party memberlakukan “aturan” yang didasarkan pada asumsi bahwa tamu undangan tidak akan hadir pada saat bersamaan hingga tidak membutuhkan kursi yang sangat banyak.

[ot-caption title=”Wedding Aris & Resia, Semarang. Foto dok. Mahkota EO.” url=”http://majalah.weddingavenuemagazine.com/wp-content/uploads/2014/10/standing3.jpg”]

Bagaimana cara merencanakan standing party yang baik?

[blockquote style=”1″]1. Perencanaan venue atau tempat pesta adalah hal terpenting. Pihak organizer harus bisa membuat setting tempat yang memungkinkan para tamu bergerak dengan bebas. Aliran kedatangan tamu, arus di tempat meja prasmanan, serta alur tamu keluar harus diatur sedemikian rupa hingga tidak terjadi “bentrokan” yang mengacaukan jalannya pesta.[/blockquote] [blockquote style=”1″]2. Perencanaan kehadiran tamu dalam resepsi pernikahan tersebut menjadi bagian krusial dari seluruh proses acara. Pihak organizer harus bisa mengatur jam kehadiran tamu untuk menghindari penumpukan tamu di jam-jam tertentu saja. Penumpukan tamu akan membuat resepsi pernikahan terlihat terlalu ramai di jam-jam tertentu dan sebaliknya terlalu sepi di jam-jam yang lain.[/blockquote] [blockquote style=”1″]3. Pihak organizer juga harus menginstruksikan bagian katering untuk membuat set meja prasmanan di tempat resepsi dengan sedemikan rupa untuk memastikan semua hadirin bisa menikmatinya. Ada kecenderungan para tamu lebih menyukai hidangan yang tersedia di “gubuk-gubuk” makanan dibandingkan dengan meja buffet penyedia prasmanan. Pihak organizer harus bisa memastikan bahwa penempatan meja buffet sangat “terlihat” sementara buffet yang berisikan makanan “spesial” harus ditempatkan agak berjauhan dari buffet.[/blockquote] [ot-caption title=”Engagement Tony & Jessica, Semarang. Foto dok. Mahkota EO.” url=”http://majalah.weddingavenuemagazine.com/wp-content/uploads/2014/10/standing3.jpg”] [blockquote style=”1″]4. Pihak dekorasi juga harus mengatur sebuat tempat jamuan khusus di tempat resepsi khusus untuk keluarga pengantin. Bukan rahasia lagi jika konsep pesta seperti ini membuat para tamu memilih menikmati makanan yang mereka sukai. Setiap tamu mungkin akan mengkonsumsi lebih dari satu macam makanan. Tempat jamuan khusus di tempat resepsi tersebut harus steril dari tamu hingga semua tamu meninggalkan acara.[/blockquote] [blockquote style=”1″]5. Bagaimana dengan dekorasi pengantin? Pada dasarnya, seperti pesta pengantin dengan konsep apapun, dekorasi pengantin bukanlah hal pokok dalam pesta pernikahan. Dekorasi pengantin hanya akan dipandang sekilas oleh para hadirin. Bukan berarti konsep dekorasi pengantin bisa disepelekan. Dekorasi pengantin tetap harus indah mengingat dekorasi ini bagian dari inti upacara serta akan menjadi latar belakang dari setiap foto dokumentasi pernikahan.[/blockquote]

FOLLOW OUR INSTAGRAM

[posttoinstagram username="majalah_wedding.avenue" lang="en" show_heading="true" scroll="true" width="auto" height="450px" image_size="medium" bg_color="#285989" content_bg_color="#f8f8f8" font_color="#ffffff" cache_media_time="0"]