Insight

Kebiasaan yang Bisa Menjadi Racun Dalam Pernikahan

racun dalam pernikahan | majalah wedding avenue

WeddingAvenueMagazine.com – Ada sederet kebiasaan yang bisa menjadi racun dalam pernikahan yang perlu Anda ketahui agar pernikahan Anda bertahan lebih lama. Ketika Anda hidup dengan seseorang di bawah atap yang sama, beberapa kebiasaan Anda dapat menyebabkan masalah untuk orang lain. Juga, Anda mungkin perlu melakukan sedikit penyesuaian ketika beberapa kebiasaan pasangan Anda mempengaruhi Anda.

Dan lebih baik Anda mengetahuinya lebih awal, agar kebiasaan ini tidak meruntuhhkan pernikahan Anda.

1. Mengungkit kesalahan masa lalu

Suka menggali Kesalahan masa lalu adalah sebuah kesalahan besar. Tujuan dari pernikahan adalah untuk hidup bersama, jadi lebih baik untuk tidak mengungkit kesalahan pasangan Anda.

2. Marah-marah

Kemarahan ini adalah salah satu kebiasaan pernikahan yang buruk. Kemarahan dapat membantu Anda membuang stres, tetapi itu bisa menakutkan orang lain, termasuk pasangan Anda. Anda memiliki hak untuk mengekspresikan ketidaksenangan Anda, tetapi pada saat yang sama, penting untuk memastikan bahwa orang lain tidak terluka karenanya.

3. Mengeluh

Sesekali mengeluh tak akan menjadi masalah, tapi jika sudah sangat sering ini akan enjadi duri dalam hubungan Anda. Jika Anda terus mengeluh tentang setiap hal kecil dan jika hal ini menjadi kebiasaan, maka pernikahan Anda mungkin menderita. Lebih baik untuk mempertimbangkan perasaan orang lain ketika Anda hidup di bawah atap yang sama.

4. Egois

Anda dapat menjadi egois ketika masih sendiri. Tetapi ketika sudah menikah, saatnya untuk berubah. Lebih baik untuk mempertimbangkan Anda berdua sebagai satu kesatuan. Jika Anda egois dan jika Anda dapat membantu orang lain, pasangan Anda bahkan mungkin menyesal menikah. Melanggar kebiasaan pernikahan yang buruk adalah penting.

5. Cerewet

Sebagian besar dari kita tidak pernah menyadari bahwa mengomel bisa mengganggu orang lain. Ini adalah salah satu kebiasaan pernikahan yang buruk dan harus dihindari. Secara bertahap, lebih baik untuk menyingkirkan kebiasaan ini.

sumber: Suara.com