Pembinaan Pra-Nikah untuk Umat Kristiani

Pembinaan pra-nikah merupakan kegiatan yang wajib dilakukan di Indonesia untuk menekan tingginya angka perceraian di masyarakat. Berbeda budaya, daerah, bahkan kepercayaan pun akan mempunyai cara yang berbeda untuk melakukan pembinaan pra-nikah ini.

Dalam Islam, pembinaan biasanya dilakukan oleh KUA atau oleh masjid-masjid dengan materi yang relatif sama yaitu untuk menjaga pernikahan harmonis.

Berbeda juga dengan kebiasaan umat Kristiani yang serempak menyelenggarakan pembinaan pranikah di gereja, dimana pun daerahnya. Misalnya saja seperti yang disadur dari gkikwitang.or.id yang secara rutin dan bergelombang melakukan pembinaan ini.

[ot-caption title=”Pembinaan Pra-Nikah untuk Umat Kristiani.” url=”http://majalah.weddingavenuemagazine.com/wp-content/uploads/2014/11/premarital-counseling-1.jpg”]

Pembinaan ini dibuat untuk pasangan yang akan menikah untuk bekal dalam kehidupan berumah tangga. Materinya pun bermacam-macam, seputar komunikasi, manajemen keuangan dan waktu, hukum, kesehatan, sampai sharing dari keluarga para jemaat kristiani dan pasutri.

Sedangkan, dilansir dari gikunsa.or.id, bina pranikah yang diberikan akan disertai simulasi dan diskusi dengan mentor khusus dan agar peserta dapat lebih terbuka dan peserta mendapat hasil memuaskan, maka diskusi akan dibagi berdasarkan jenis kelamin peserta.

Peserta pria akan dibimbing oleh mentor pria, dan mentor wanita akan membimbing peserta wanita. Sedangkan untuk materinya kurang lebih masih seputar dasar Alkitab mengenai pernikahan, seputar seks dalam pernikahan, hukum pernikahan, psikolog suami istri, serta masalah-masalah yang biasanya muncul seputar orang tua, mertua, ipar, dan pastinya akan dibahas beserta solusinya juga.

Oleh: Fadhila Eka Ratnasari

FOLLOW OUR INSTAGRAM

[posttoinstagram username="majalah_wedding.avenue" lang="en" show_heading="true" scroll="true" width="auto" height="450px" image_size="medium" bg_color="#285989" content_bg_color="#f8f8f8" font_color="#ffffff" cache_media_time="0"]