Perusak Keintiman Pernikahan Itu Bernama : Anoreksia

anoreksia

Weddingavenuemagazine.com – Anoreksia merupakan bentuk menarik diri dari pasangan dan menyakitkan. Hidup lama bersama sebagai pasangan tak menjamin hubungan semakin intim. Pada beberapa kasus, justru ada seseorang yang selalu menghindari momen intim dengan pasangannya.

Menurut Douglas Weiss, psikolog asal Amerika Serikat kondisi tersebut merupakan “anoreksia keintiman”. Ia mendeskripsikannya sebagai bentuk menarik diri dari pasangan yang menyakitkan dan menghancurkan jutaan pernikahan. Yaitu dengan menghindari keintiman emosi, spiritual dan seksual terhadap pasangan.

“Saat masih berpacaran, mereka sangat pintar menunjukkan emosi dan kasih sayang. Tetapi saat sudah menikah, semuanya berkurang bahkan menghilang, baik perhatian, hasrat seksual dan perasaan cinta,” kata Weiss, seperti dikutip dari Daily Mail.

Anda merasa mengalami anoreksia keintiman atau mungkin pasangan? Coba kenali tanda-tandanya, jika mengalami lima atau lebih, kemungkinan hubungan Anda bermasalah.

1. Selalu sibuk

Karakteristik pertama dari anoreksia keintiman adalah, seseorang selalu sibuk dan hanya memiliki waktu yang sedikit untuk bersama pasangannya. Bisa jadi karena kesibukan kantor, pekerjaan rumah tangga, mengurus anak-anak atau sengaja menenggelamkan diri dalam kesibukan. Tidak ada keinginan untuk menyisihkan sedikit waktu bersama pasangan.

2. Menyalahkan

Saat muncul masalah dalam hubungan seseorang yang mengalami anoreksia keintiman cenderung menyalahkan pasangannya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terlihat tidak sempurna.

3. Menghindari ekspresi cinta

“Seseorang dengan anoreksia keintiman tahu kalau pasangannya ingin dicintai. Tetapi ia tak menjadikan hal itu sebagai prioritas dan cenderung selalu mengesampingkannya,” kata Dr. Weiss.

4. Jarang memuji

“Tiap orang memiliki kualitas positif. Tetapi dengan keinginan menghindari keintiman seseorang cenderung jarang memuji pasangannya meskipun menurutnya, itu adalah hal yang luar biasa,” kata Dr. Weiss.
Tetapi saat orang lain melakukan hal yang menurutnya hebat, ia bisa langsung memuji bahkan berkali-kali.

5. Menghindari seks

Hal ini paling banyak terjadi pada pasangan yang bermasalah dengan keintiman, yaitu menghindari berhubungan seks. “Aku pernah menangani pasangan yang tidak berhubungan seksual selama 20 tahun, padahal mereka tidur satu ranjang,” kata Dr. Weiss.

6. Tak ingin menunjukkan emosi

Ini artinya seseorang memiliki kesulitan untuk menunjukkan perasaannya. Termasuk menolak membicarakan harapan dan pikirannya terhadap sebuah hubungan.

7. Kritik tanpa henti

Ia juga selalu ingin menempatkan pasangannya dalam kondisi tidak percaya diri. Sehingga, selalu mengungkapkan kelemahan pasangan.
“Seorang dengan anoreksia keintiman lebih cepat membuat daftar kelemahan pasangan daripada kelebihannya,” kata Dr. Weiss.

8. Menjaga jarak

Kemarahan, kesedihan atau kekecewaan pada pasangan dalam hubungan yang normal akan ditunjukkan melalui sikap. Tetapi, orang yang menhindari keintiman, justru akan diam saja. Ia bahkan bisa tidak bicara dengan pasangannya selama lebih dari satu minggu.

9. Uang sebagai senjata

Seseorang dengan anoreksia keintiman cenderung tidak peduli dengan keuangan atau justru memberikan kebebasan soal uang pada pasangannya. “Sikap mereka seperti, saya sudah membelikan kamu semuanya, jadi jangan mengeluh tentang kurangnya keintiman, cinta atau seks,” kata Dr Weiss.

10. Pertanyaan penting

Ada pertanyaan penting yang harus Anda jawab, yaitu “Apakah Anda selama ini merasa tinggal dengan seorang teman bukan pasangan?. Menurut Dr. Weiss, tiap hubungan jangka panjang pasti pernah mengalami kehilangan romantisme. Tetapi sebagian besar pasangan normal, mengalami kondisi ini ketika sedang merasa sangat stres. Untuk yang mengalami anoreksia keintimaan, hal ini selalu terjadi dan menjadi pola hubungan yang konstan.

sumber: artikelpernikahan.com