A Wonderful Hand Bouquet for Your Perfect Day

hand bouquet

Bride and groom to be, apa kekhawatiran kalian menjelang hari-H pernikahan kalian? Masalah hand bouquet-kah? Takut hand bouquet yang dirangkai dari fresh flower layu atau warnanya tidak sesuai dengan kesukaan? Takut juga kalau hand bouquet terlalu old fashioned? Berikut ini beberapa tips dan saran dari De Fleur – House of Bouquet, Semarang.

Pertama-tama, bride and groom to be harus tahu dulu nih kalau model hand bouquet itu ada bermacam-macam. Dan jenis dari hand bouquet juga jenis bunga yang digunakan akan menentukan cara pengawetannya.Ada tiga jenis hand bouquet.

  1. Dengan handle foam,
  2. Dengan batang bunga tertutup pita,
  3. Dengan batang bunga terlihat (telanjang).

Untuk model telanjang harus dirawat dengan ekstra hati-hati pada hari-H dan WO harus selalu menyediakan vas yang berisi air untuk meletakkan hand bouquet ketika mempelai sedang tidak memegangnya. Hal tersebut bertujuan agar bunga tidak cepat layu. Dan disarankan untuk menggunakan air mineral bukan air biasa atau air ledeng.

hand bouquet

Semua jenis hand bouquet juga disarankan untuk disimpan di suhu yang sejuk, misalnya di ruangan ber-AC. Apalagi jika menggunakan bunga-bunga impor karena suhu udara dan cuaca tempat bunga berasal belum tentu sama dengan suhu udara dan cuaca di kota tempat kita tinggal. Jika diletakkan di sembarang tempat, akan beresiko terhadap ketahanan dan kesegarannya. Bahkan lebih bagus dan lebih aman jika bisa selesai dibuat dua jam sebelum acara dimulai supaya bunga-bunga yang digunakan untuk merangkai masih tampak segar.

Jika bride and groom to be juga ingin agar hand bouquet dapat disimpan selamanya, bisa juga mengawetkannya dengan cara mengirimkannya ke Australia. Tapi patut diingat, bahwa ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Atau cara yang kedua adalah dengan mengganti fresh flower tersebut dengan bunga artifisial.

hand bouquet

Sementara untuk pemilihan warna, lebih baik jika disesuaikan dengan karakter masing-masing calon mempelai. Misalnya jika calon mempelai berkepribadian lembut dan romantic, lebih baik untuk pilih warna yang soft atau lembut. Jika mempelai berkepribadian ceria, boleh untuk memilih warna-warna yang terang atau menyala. Namun kepribadian dan karakter-pun tidak dapat menjadi patokan dalam memilih warna. Semuanya kembali lagi pada taste calon mempelai. Ada yang suka dengan warna soft, warna terang atau menyala, warna 1 tone, warna 2 tone, mix colour, bahkan ada juga yang sengaja memilih warna yang kontras atau bertabrakan.

hand bouquet

Lalu bagaimana dengan tren dari hand bouquet dari tahun ke tahun?

Tren saat ini kembali ke model classic and chic (klasik namun tidak terkesan kuno). Hand bouquet yang dikatakan klasik dapat dilihat dari modelnya.

Model CASADE yang menjuntai mungkin kita jumpai di era 40-an, dan model yang modern berbentuk simple: ROUND atau bulat. Sementara tren tahun-tahun belakangan ini diambil dari perpaduan antara model klasik dan modern.

hand bouquet

Akhir-akhir ini, banyak mempelai yang menggemari model ROUND dengan pilihan-pilihan warna bunga yang ‘klasik vintage’ seperti warna ivory, peach, dusty pink, cream, atau biasa disebut dengan PALETTE COLOUR.

hand bouquet

Tren ini disebut dengan ‘shabby chic and vintage’. Dengan menggunakan warna-warna kuno atau vintage tapi dengan model yang modern. Hand bouquet yang seperti itu tidak akan terlihat kuno, namun tetap meninggalkan kesan yang anggun dan abadi ketika mempelai memegangnya pada hari-H. Namun bisa juga ditambah dengan accessories seperti laces, pearl, dan lain-lain untuk menambah kesan vintage. Dan bila ingin menambah kesan glamour, calon mempelai dapat menambahkan brooch atau embellishment yang lainnya.

Oleh : Anita de Fleur, 024-8414558
IG: defleur_bouquet
Web: www.defleur.net

FOLLOW OUR INSTAGRAM

[posttoinstagram username="majalah_wedding.avenue" lang="en" show_heading="true" scroll="true" width="auto" height="450px" image_size="medium" bg_color="#285989" content_bg_color="#f8f8f8" font_color="#ffffff" cache_media_time="0"]