Inspirasi Pernak Pernik Wedding Tips

Apa itu Bleketepe?

Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan, pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan), Yang terdiri dari pohon pisang, buah pisang, tebu, buah kelapa dan daun beringin yang memiliki arti agar Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. Pasangan pengantin saling cinta satu sama lain dan akan merawat keluarga mereka. Dekorasi yang lain yang disiapkan adalah kembang mayang, yaitu suatu karangan bunga yang terdiri dari sebatang pohon pisang dan daun pohon kelapa.

Pemasangan Bleketepe yang dilakukan oleh orangtua pengantin adalah merupakan awal pemasangan tarub. Bleketepe adalah daun kelapa yang masih hijau dan dianyam dengan ukuran rata-rata 50 cm x 200 cm. Bleketepe yang dipasang di Tarub dan mengelilingi area untuk pernikahan, merupakan perwujudan dari suatu tempat pensucian di kahyangan para dewa yang dinamakan Bale Katapi. Bale artinya tempat, Katapi dari kata tapi yang berarti membersihkan dan memilahkan kotoran-kotoran untuk kemudian dibuang.

[ot-caption title=”Pemasangan Bleketepe pada upacara pernikahan adat Jawa.” url=”http://majalah.weddingavenuemagazine.com/wp-content/uploads/2014/10/bleketepe-3.jpg”]

Dengan demikian pemasangan bleketepe dapat diartikan secara luas sebagai ajakan Bapak Ibu dan calon pengantin kepada semua orang yang terlibat di dalam upacara hajatan untuk berproses bersama mensucikan hati. Siapa saja yang diundang dan kemudian datang, masuk di dalam tempat yang sudah di kelilingi Bleketepe akan bersih secara lahir dan kemudian menjadi suci secara batin. Itulah harapannya.

Jika harapan untuk menjadi suci itu terwujud, maka semua orang yang diundang masuk ke tempat upacara akan menjadi suci dan memancarkan cahaya kesucian yang disebut Nur Harapan agar semua orang yang terlibat dalam upacara perkawinan memancarkan Nur disimbolisasikan dengan pemasangan Janur atau daun kelapa muda disemua area upacara.

Selain itu pemasangan Bleketepe juga dimaksudkan sebagai tolak Bala atau sebuah doa permohonan agar dari awal hinga akhir upacara perkawinan tersebut terhindar dari mara bahaya dan segala yang jahat. Baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.

Di dalam tarub ini selain Bleketepe dan Janur, kelengkapan-kelengkapan lain yang diadakan menyimbolkan sebuah harapan yang pada intinya membawa kebahagiaan dan kemuliaan khususnya pada pengantin berdua.

[ot-caption title=”Pemasangan Bleketepe pada upacara pernikahan adat Jawa.” url=”http://majalah.weddingavenuemagazine.com/wp-content/uploads/2014/10/bleketepe-2.jpg”]

Dua tundun utuh pisang raja, yang dipasang di kanan dan kiri pintu gerbang tarub menyimbolkan sebuah harapan agar pengantin berdua mempunyai keluhuran seperti layaknya raja, sabda pendhita ratu, bicaranya tidak boleh mencla-mencle.

Kelapa Gading adalah kelapa yang berwarna kuning bersih dan indah. Orang yang menanam kelapa gading harus rela setiap saat dipetik oleh orang lain untuk keperluan upacara, tanpa harus mengganti uang. Dua janjang kelapa gading yang dipasang di kanan kiri Tarub menyimbolkan sebuah harapan agar pengantin berdua nantinya merasakan keindahan hidup dengan kesabaran dan kerelaan berkorban terhadap sesama.

Dua batang tebu wulung, berwarna keungu-unguan, besar dan lurus yang dipasang di kanan dan kiri tarub menyimbolkan sebuah harapan agar pengantin berdua berwibawa dan mempunyai pribadi yang lurus, tidak neka-neka.

Padi dikanan kiri tarub menyimbolkan harapan agar pengantin berdua mengalami kemakmuran dan kesejahteraan lahir batin.

Daun Apa-apa dipasang di tarub menyimbolkan harapan agar tidak terjadi apa-apa atau sesuatu yang mengganggu kelancaran upacara perkawinan. Demikain pula daun alang-alang, agar tidak terjadi halangan suatu apa pun. Daun kara, harapannya adalah lir sakara-kara yang berarti hilang dan tersingkirkan segala aral melintang. Daun beringin symbol kebesaran dan aneka dedauan yang lain.

[ot-caption title=”Pemasangan Bleketepe pada upacara pernikahan adat Jawa.” url=”http://majalah.weddingavenuemagazine.com/wp-content/uploads/2014/10/bleketepe-4.jpg”]

Setelah kanan, kiri dan atas pintu gerbang yang dipasangi Bleketepe, Janur, Tebu Wulung, Pisang Raja, Padi yang dipasang di kanan kiri pintu gerbang tarub maka terbentuklah sebuah pintu gerbang untuk memasuki area upacara yang telah dikelilingi Bleketepe. Simbolisasi dari Bale Katapi.

Gerbang Tarub adalah gerbang yang bakal dimasuki oleh pengantin berdua, menyimbolkan pula sebagai sebuah pintu untuk memasuki dunia baru, dunia hidup berumah tangga, yang tentu saja di dalamnya penuh dengan hal-hal baru, rintangan dan godaan yang kesemuanya perlu diatasi untuk menuju kemenangan dan kesucian.

sumber: googling berbagai sumber.

2 Comments

  • Dear wedding avenue magazine,

    Perkenalkan, saya Prita Febriana Hapsari seorang pegawai bank BUMN. Saya akan menikah di 25.01.2015. Bisakah saya nanti mengirim dokumentasi pernikahan saya yg bertema jawa (jogja paes ageng basahan) heritage.
    Saya membuat konsep dr undangan, souvenir, rias, dekor dan hiburan yg rencananaya semua serba tradisional. Pernikahan ini sederhana dgn budget yg minimal dan semoga hasilnya maksimal.

    Bila tdk keberatan pula . Saya jg ingin mengirimkan foto2 dokumentasi prewedding, namun konsepnya interrnasional..

    Terimakasih atas perhatian dan responnya.

    Bes regards

    Prita Febriana
    081.328.84.84.80

    • Dear Prita Febriana,

      Terima kasih sebelumnya atas partisipasi nya, untuk dokumentasi pernikahan tsb silakan kirim (foto & artikel/keterangan foto) ke : redaksi@weddingavenuemagazine.com. Kami akan publish di Portal Wedding Avenue Magazine yg sebelumnya tentu sdh di seleksi terlebih dahulu. Demikian jg dengan dokumentasi preweddingnya bisa dikirim juga untuk dimuat sebagai bagian dari artikel ini.

      Untuk jelasnya bisa hubungi kami via telp atau email:
      Phone : 024-70703311 | HP : 0816 488 7140, 0813 9093 9390
      Email : redaksi@weddingavenuemagazine.com, pr.weddingavenue@gmail.com

      Regards,
      Redaksi Wedding Avenue Magazine

Click here to post a comment